25 Oktober 2014

Dua Minggu Pertama Phd - Leiden University Medical Center - Kamar, Penggorengan, Akses yang menakjubkan dan Kantor Polisi yang Menakutkan

Aku hanya harus menuliskan ini,,,kalau kalau suatu hari nanti ada sanak saudari yang juga menempuh cobaan hidup yang sama.

Hari ini, lewat satu hari dari dua minggu pertama ku menghabiskan waktu di Leiden---Kota yang dulu selalu indah untuk di kunjungi dan membuatku rela menghabiskan 500 ribu hanya untuk mengunjungi nya -- belum ditambah nafsu belanja buku ku yang sekali belanja bisa sampai tiga juta (aku benar-benar tidak bisa berhemat untuk hal ini) dan itu belum termasuk nafsu makan soto Surakarta seharga 200 ribu ku di dekat perpustakaan universitas Leiden.



Phd berarti mandiri dan merdeka; mandi sendiri, masak sendiri, atur waktu sendiri dan menentukan sendiri segala hal tentang penelitian mu, termasuk menentukan jadwal menikah mu sendiri ,,, makkkkk!!!

Yah, sudah dua minggu lebih satu hari,,,,hari-hari kabur itu menjadi jelas,,jelas kaburnya - ngek ngek ngok,, I have no idea what a Phd student is,,,tapi sekarang semua menjadi jelas,,,Phd is a permanent head damage .... untung saja aku sudah beberapa kali menjadi ketua organisasi dan sudah pernah menangani beberapa program dan penelitian dengan atau tanpa bantuan tim. Jadi tidak terlalu grogi kalau tiba-tiba sang professor meminta; tentukan jadwal rapatmu dan putuskan sendiri teori yang ingin kau pakai --tentu saja dengan bahasa yang halus - dan ini biasa saja untuk sang professor, tapi untuk ku,,,ini kemerdekaan lahir batin yang menggalaukan!!!

Atau jangan kaget kalau sang professor mendeteksi kelajanganmu dan bertanya kapan kamu berencana nikah? hedeuh,,, #boleh tanya soal Ethnografi saja gak prof? karena saya dapat 9 untuk materi itu (diluar persoalan kuantitative reserach yang menghadekan :p )

Dua minggu pertama yang dahsyat ini; aku sibuk mempersiapkan resident permit, housing dan bahkan sampai harus ke kantor polisi untuk melaporkan kehilangan resident permit (yang terakhir belum kulakukan---agak grogi e ), mencari toko makanan paling murah karena jelas dengan pembayaran housing perdana yang mencapai 17 juta, I definitely need to be pekit!!! Dan makan roti berjamur bukan persoalan besar saudara saudari!!!





Hal lain, yang agak serius: deathline dua minggu ini adalah menyusun jadwal kegiatan selama 9 bulan pertama---kata sang professor,,, "urus kelahiran bayi pertamamu"!!!!,,,yup dalam sembilan bulan sang bayi; desain penelitian dan artikel pertama harus sudah jadi!! #tepok jidat, meja dan pantat panci!!!

Phd berarti mendapat kartu ajaib milik doraemon dan kartu hemat paman gobber, hahahahah!!!

Demi jiwa murni Plato,,,,betapa bahagianya aku menerima sebuah kartu ajaib ini, yang membukakan akses tanpa batas terhadap semua artikel dan buku yang kubutuhkan,,, kartu doraemon ini benar-benar ajaib dan membuat David Harvey bagai dewa kebenaran, karena dengan sebuah kartu ini; ruang dan waktu  terlipat dalam sebuah website berjudul http://www.bibliotheek.leidenuniv.nl/


Dan kartu paman Gobber ini membantuku untuk minum kopi dan fotokopi haratis, hahahah!!! 
Dan ini berarti, sebuah rekomendasi penting yang harus dicatat: bawa makanan, minuman dan pakaian sebanyak mungkin dari negeri sendiri, karena itu berarti penghematan dan memberi waktu pada lidah kiwane untuk menyesuaikan dengan makanan dan cuaca  londo. Jangan lupa bawa sepatu yang nyaman supaya siap kalau-kalau kampus mu berjarak 40 menit dari kamar mu dan ongkos bus terlalu mahal untuk dibayar :(

Merdeka!!


04 Oktober 2014

Taman Nasional Bromo Tengger

Akhirnya, cita-cita yang sudah dipupuk sejak jaman purba itu kesampaian. (Tulisan ini memang agak telat)

Trio ambisi dengan bekal seadanya berhasil foto-foto di gunung bromo, membawa pulang seonggok pasir dari bromo dan sebuah nomer telpon pemilik penginapan yang ganteng nya gak tanggung tanggung!!

Sebelum masuk ke Cemorolawang, kami harus menghabiskan banyak waktu untuk mengumpulkan ransum karena di sana tidak ada ATM dan semua makanan muahallll!!! 

Penginapan dengan harga RP.200.000 per malam kami, terletak sekitar 200 meter di balik perumahan, satu kamar boleh di isi oleh 3 orang. Lumayan, cuaca yang dingin membuat tempat tidur sempit itu terasa sangat hangat.

Dengan membayar Rp. 650.000, pemilik penginapan membangunkan kami pagi-pagi (catt: kamar dan rumah tidak ada kuncinya bookkk)  jam 03.45 dan membawa kami dengan Jeep nya melakukan tour; dari bukit Kingkong, Bromo dan Pasir Berbisik

Menunggu Pagi di Bukit Kingkong


Di bawah kaki Sang Bromo

Gunung Batok

Singo Edan di Pasir Berbisik


Sayang kami tak langsung membawa semua tas sehingga pulangnya harus mampir lagi ke penginapan dan berakhir dengan kesusahan mencari tumpangan untuk pulang,,,lain waktu, kalau memang ingin pulang baiknya memang pulang dari depan pintu Bromo karena angkutan umum berhenti dan menunggu penuh disana.

Numfang Narsis :D






11 September 2014

Langit

Rindu padamu Langit
Rindu yang tidak dapat di sembunyikan di dalam tawa atau buku manapun
Rindu yang hanya dapat di jawab dengan pulang

Pada pulau yang namanya senyap di hikayat hutan Andalas

Pada Emas Hitam yang membunuh nyawa membangkitkan jiwa

Pada Emas pengikat cinta dan pemberontakan


Langitku telah runtuh
Terpendam di dasar bumi bersama akar jati dan pohon pinus

Lukisannya memancar di setiap jengkal tanah yang ia tanami untuk menghidupi kampung
Baunya tetap tercium disetiap tempat ia pernah mengada
Tawa kerasnya masih terdengar di setiap jalan yang pernah kami lalui

Setiap tetes keringatnya menciptakan Ruang yang membarakan Rindu ...... Rumah!!!!






22 Mei 2014

Menenun Benang dan Kebenaran; Kembali Ke Tenun, Kembali Ke Kebun Kembalikan Kedaulatan Petani; Uma Nulu Nuda

Salam Semangat Belajar dan Berjuang!!!

Masih menunggu tanggapan, masukan dan kritikan,,,,,ini merupakan rancangan selebaran yang rencananya akan di bagikan pada tanggal 20 Agustus 2014 di Kediri.
Kalau ada yang berminat membantu desain, sila hubungi akun FB:Uma Nulu Nuda.

Merdeka!!

04 Oktober 2013

Kosong

Balutkan aku malam yang agung
Pada kesepian dan dingin mu aku belajar bertahan dengan jemari-jemari kecil ku

Kuatkan aku mimpi yang terang
Pada cahaya mu di pagi hari aku mendapat petunjuk untuk jalan berikutnya

Sabarkan aku sungai yang ramah
Pada kemampuanmu memberi dan mengalir aku belajar bertahan dalam kesusahan

Pada mu embun aku mengikut
Ada dan tiada dalam waktu yang tak disadari


15 Agustus 2013

Sedon Noon Barek

Aku teringat sebuah kalimat dalam sebuah novel yang kubaca di kota karang beberapa waktu lalu,

"Dongeng menceritakan kebenaran dengan cara lain, Nak. Yang penting, kamu harus bisa menemukan cara baca yang lain itu" 

Aku suka sekali kalimat itu, meski tidak terlalu paham cara membaca yang lain itu, yang pasti... ini dongeng yang paling kusuka,,,,dan ini dongeng pertama yang kudengar langsung dari seorang pemilik kebijaksanaan,,,dongeng-dongeng lainnya, biasanya kudapatkan dari membaca buku dan tulisan-tulisan terpenggal dimana-mana (itulah kenapa sekarang mataku minus gak kira kira)

Ini lah dongeng pertama itu yang kudengar langsung dalam tiap nada kalimat yang selalu mengalir dalam darah sampai ke ujung jemari di sepanjang penulisan thesis romantis ku yang di tuduh sebagai komik oleh seorang teman ... in fact... dongeng ini ku letakkan di "ruang" khusus dalam lembaran thesis ku yang hampir jadi :D --- ku tempatkan diantara hati dan jantung, karena sebagian darinya memberiku rasa penasaran untuk meneruskan perjalanan membangun "rumah" tenun ---  
#karena dongeng ini diteruskan oleh seorang pemilik kebijaksanaan kepada pemilik jaman#
#dan ruang-ruang itu akan kita isi dengan lukisan-lukisan yang tidak akan hilang sampai kapanpun,,,karena kita meruang bersama seluruh semesta yang agung#
#dan lukisan-lukisan lama itu akan kita letakkan pada ruangnya --- diantara hati dan jantung setiap generasi yang menanggung darah kemerdekaan, kebudayaan dan kebahagiaan bagi semua rakyat di dunia"