31 Agustus 2009

Kemarau-kemarau


kemarau kemarau di ujung musim
lewati parau hati dengan cepat

biar pergi risau di basuh rinai semalam


kemarau kemarau di ujung musim

cukup tinggal semalam saja
biarkan aku menghadapi matahari pagi dengan nafas merdeka
dan menikmati malam dalam lafas cinta

26 Juli 2009

29 Mei 2009

Medan Pesona

Mencari-cari waktu di pagi hari sebelum workshop dimulai memberikan aku waktu yang kalau di total ada sekitar kurang lebih 6 jam untuk menikmati sebagaian dari keindahan kota Medan.

Tempat pertama yang ku kunjungi adalah Mesjid Raya Al-Mashun,,,bersama tiga teman lainnya, kami sudah cukup bahagia bermain main di pelataran Mesjid, karena pagi itu mesjidnya masih tutup.

Mulai di bangun pada tahun 1906, mesjid yang dirancang oleh arsitektur asal Belanda JA. Tingdeman ini merupakan mesjid kerajaan dan memang sengaja di bangun lebih megah daripada istana kesultanan Deli.

Masjid Raya Al Mashun


Di dekat mesjid ini terdapat kompleks pamakaman kerajaan, dan tepat di seberangnya terdapat kolam pemandian yang konon merupakan tempat mandi para putri raja,,,namun kondisi kolam ini kelihatan tidak terawat dengan air yang berwarna coklat kemerahan.
Tak jauh dari Mesjid ini tampak bangunan dengan dominasi warna kuning yang merupakan Istana Maimoon. Istana Maimoon atau disebut Istana Maimun memang didominasi warna kuning, warna khas Melayu. Menurut sejarahnya, istana ini didirikan dengan biaya Fl. 100.000 (atau setara 1 juta gulden Belanda) tahun 1888 dengan arsitek seorang tentara KNIL, Kapten Th. van Erp, dan dikerjakan oleh pemborong Italia. Bangunannya berdiri di atas tanah seluas 2.772 Meter persegi, menghadap Timur.

Istana Maimoon - Kesultanan Deli

Peletakan batu pertama tanggal 26 Agustus 1888 dilakukan oleh Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alam Shah. Mulai ditempati tanggal 18 Mei 1891. Ini dapat dibaca pada sekeping marmer di kedua tiang ujung tangga naik. Jadi, usia istana ini sekarang sudah lebih dari satu abad.

Di sisi kanan, di depan Istana terdapatrumah Batak Karo, dimana di dalamnya ditempatkan sebuah meriam yang sudah puntung (putus). Menurut legenda, meriam ini merupakan jelmaan dari adik Putri Hijau yang berubah menjadi meriam untuk melindungi istana dari serbuan raja Aceh.

Yang tak bisa lepas dari medan,,,,warung tuak,,,,

Salah satu tempat ziarah ternama yang ada di Medan,,,
Graha Maria Anna Velangkanni yang ada di Jl Sakura III No 10 Tanjung Selamat . Berada di sudut Kota Medan dan jauh dari kebisingan. Di lokasi seluas 6.000 meter persegi setiap lekukan, lukisan, warna, ornamen dan arsitektur dari Graha ini di bangun dengan penuh makna. Mengantarkan setiap orang menikmati perjalanan hidup seorang Katolik yang mengikuti jejak Yesus Kristus.


Di Altar,,,
Perjalanan yang menyenangkan, penuh makna dan maksa,,,,meski akhirnya tak mampir di Danau Toba yang melegenda itu!!

19 April 2009

From Bandung To SoE - TTS - NTT

The Narsis,,,,,tetep....
Paling tidak,,,bisa pulang kampung lebih awal dari yang ku rencanakan...

Bagiku,,, aku orang Adonara, dan kata Bapak "orang-orang NTT itu semua saudara". Karena itu, kalau ada kumpulan orang NTT di Padang - Sum Bar (Tempat aku lahir dan tumbuh) kalau ada kumpulan orang NTT, tidak peduli Adonara, Alor, Solor, Kupang bahkan Timor Leste,,,,kami semua bersaudara dan berbahagia. Tapi disini,,,, selama perjalanan Bandung - Kupang- Soe, di tanah asalnya sendiri,,, orang-orang NTT tidak bersaudara, politik busuk dibungkus isu rasis (antar daerah dan suku NTT) dan lelucon - lelucon rasis berserakan dimana-mana.

Aku ingin tahu kapan perang saudara ini benar-benar berakhir!!!



The People

Banyak keunikan yang dapat dijumpai pada masyarakat SoE, selain tentunya bahasa yang berbeda dengan bahasa Lamaholot (yang selama ini kukenal), masyarakat di SoE umur 18 tahun ke atas rata-rata mengkonsumsi Sirih Pinang, karena itu bukan hal aneh kalau anda menemukan bercak merah dimana-mana, yang aneh adalah orang muda yang mulai mengkonsumsi rokok produksi pabrik.

Rumah adat di SoE biasa disebut "rumah bulat", saat ini sudah jarang digunakan oleh masyarakat sebagai tempat tinggal. Rumah bulat lebih banyak digunakan sebagai lumbung (terutama untuk jagung) yang secara rutin di asapi.

Di desa Oelbubuk kecamatan Molo Utara - TTS - NTT, dapur pada saat perayaan atau pesta tidak hanya diisi oleh ibu-ibu atau perempuan, tetapi juga oleh bapak-bapak dan anak-anak. Ibu-ibu biasa bertugas menanak nasi dan sayur, bapak-bapak bertugas memasak domba sementara anak-anak kadang hanya datang untuk menghangatkan diri sampai tertidur pulas. Tak pelak, di dapur urusan nasi bercampur degan pembicaraan seputar sekolah dan politik desa.

Hal lain yang juga unik adalah dominasi warna merah dan orange pada kain tenun tradisional yang dikenakan oleh masyarakatnya membuat tenunan SoE berbeda dengan tenunan dari daerah NTT lainnya.



The NATURE

SoE, ibukota kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ini dapat ditempuh melalui jalur utama Lintas Timor yang dibangun sejak tahun 1970an. Jalur ini menghubungkan kota Kupang - SoE - Kefa dan Atambua yang berakhir di Motatain pintu perbatasan dengan Timor Leste. Dengan menggunakan kendaraan pribadi, dari kota Kupang jalur ini dapat ditempuh selama kurang lebih 4 jam. Tentu saja harus hati-hati karena jalur ini padat, sempit dan cuaca yang dapat tiba-tiba berubah.

Kalau daerah Indonesia Timur sangat terkenal dengan keindahan lautnya, lain dengan SoE, di sini tidak ada laut. Tetapi jangan takut, ,,, jika anda berkunjung ke daerah ini anda akan disuguhi panorama alam yang tidak kalah dahsyat. Suasana alam pegunungan, perbukitan, membuat hari-hari di SoE terasa sangat dingin, berkabut dan sesekali di terpa angin kencang. Lembah, sungai kapur, dan bunga berwarna-warni melengkapi keunikan alam SoE yang tekstur tanahnya kelihatan seperti karang ini.

so,,,,visit SoE lah yah!!!!

15 Maret 2009

Adonara - Antara

27/03/08 13:34

Permukaan Tanah Turun, Wilayah Pulau Adonara Terancam Tenggelam



Kupang (ANTARA News) - Ahli Geologi dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jatim menyatakan bersedia meneliti penurunan permukaan tanah di Desa Kolilalang, Kecamatan Adonara Sagu, Kabupaten Flores Timur, NTT.

"Sudah ada pemberitahuan dari ITN bahwa mereka bersedia mengirim ahli ke Kolilanang. Tim akan tiba di Larantuka, Flores Timur pada 1 April ini," kata Wakil Bupati Flores, Yoseph Laga Doni Herin, di Kupang, Kamis.

Menurut dia, kehadiran tim ahli geologi ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Flores Timur mencari solusi dalam menangani gejala alam di daerah itu.

Dia mengatakan, akibat dari gejala alam tersebut perkampungan yang terletak di Pulau Adonara bagian barat itu terancam tenggelam, karena permukaan tanah di kawasan itu terus bergerak turun.

"Kami telah mengunjungi wilayah itu beberapa pekan lalu dan menyaksikan sendiri, permukaan tanah pada areal sekitar tiga hektare itu sudah bergerak turun sekitar dua meter lebih.

Penurunan permukaan tanah itu mulai menurun setelah terjadi longsor akibat hujan yang terus mengguyur wilayah itu sejak Februari lalu.

"Sebelum terjadi penurunan pada permukaan tanah, sempat terjadi longsor karena hujan deras terus mengguyur wilayah itu. Sekarang juga masih hujan," kata Laga Doni.

Dalam musibah tersebut, empat rumah permanen milik penduduk setempat rusak parah, selain tanaman perkebunan milik petani seperti kopi, kakao, kelapa, vanili dan kemiri, pisang ikut tumbang tertimbun tanah.

Dia mengatakan perubahan alam terus terjadi, areal tanah di perkampungan itu terus bergeser ke arah barat daya, dan semua warga telah diungsikan ke kampung tetangga.

Gejala alam lain yang terjadi adalah warna air kali di dekat lokasi longsoran mulai berubah menjadi hitam kekuningan.

"Kita sendiri tidak tahu gejala alam apa yang sedang terjadi, tetapi kami masih menunggu tim ahli dari ITN Malang," katanya.

Dia berharap kesimpulan ahli geologi nantinya dapat membantu pemerintah mengambil langkah segera agar areal penurunan permukaan tanah tidak terus meluas ke wilayah tetangga.
(*)

COPYRIGHT © 2008

12 Maret 2009

MUSEUM WAYANG




Berada tak jauh dari Museum Fatahillah, saat pertama kali mengunjungi kota saya tidak pernah tahu posisi museum Wayang sampai suatu saat diberitahu seorang teman. Dan setelah kunjungan pertama, tak pernah ada puas untuk terus menghabiskan waktu di Museum ini,,,apalagi karena bagi dua temanku museum ini menakutkan heheh
Museum Wayang pertama kali dibangun pada tahun 1640 sebagai gereja dengan nama Oude Hollandsche Kerk untuk orang-orang Eropa dan tentara Batavia pada waktu itu. Gereja ini hancur total oleh gempa bumi. Setelah itu dibangun kantor Goe Wehry And Co, pada tahun 1934. Pada 14 Agustus 1936 bangunan ini menjadi monumen, sampai 13 Agustus 1975 diresmikan sebgai Museum Wayang.
Koleksi museum ini tidak hanya wayang/boneka dari Indonesia tapi juga boneka tradisonal dari luar negeri. Total jumlah koleksi museum ini ada sekitar 5.500 macam yang didapatkan dari membeli, pemberian, kontribusi dan pinjaman.

13 Februari 2009

Keratonan Sesepuhan

Terkadang,,,tidak semua hal menyenangkan saat berada diantara komunitas tempat ku bekerja,,kadang juga jenuh membunuh dan putus asa mengincar. Ada satu cara yang cukup ampuh untuk melawan itu semua; ya jalan-jalan. Pergi mengunjungi beberapa tempat yang baru, nah salah satunya saat berada di Cirebon - Jawa Barat, aku pergi mengunjungi salah satu istana yang ada di Cirebon. Ada tiga istana Keratonan di Cirebon, yang aku kunjungi salah satunya adalah Keraton sesepuhan yang merupakan keratonan Islam pertama di tanah jawa, tempat dimana Sunan Gunung Jati dilahirkan. Seluruh bagian Istana ini masih asli terjaga kecuali di bagian lantai yang sudah diganti dengan keramik.



Meskipun keratonan islam pertama, tetapi tetap ada pengaruh Hindu dan Kristen pada pernak-pernik keratonan ini.
Altar raja terlihat sangat anggun dan nyaman (kemewahan yang jauh berbeda dari kemewahan abad 21).Di altar raja,,ada sofa tempat raja beristirahat, ada tempat duduk dan meja kecil terbuat dari kayu Jati untuk menyambut tamu dan disudut kirinya tersedia seperangkat alat musik daerah lengkap, di dindingnya terlihat perpaduan antara nuansa Budha (Lewat arca tulip) dan nuansa Kristen (dengan keramik kitab sucinya).






Sementara itu dominasi warna hijau di atap istana dan tiang 5 syahadatnya merupakan ciri khas Islami. Di halaman ada lambang Adam dan Hawa yang dipengaruhi oleh unsur agama Hindu pada masanya. Tidak hanya itu, dikeratonan ini juga terdapat ukiran kamasutra yang tersimpan di museumnya.











Menurut cerita, Sunan Gunung Jati ternyata anak dari putri keraton Cirebon dan Pangeran Mesir. Kakek dari Sunan Gunung Jati dahulunya adalah pemeluk Hindu yang kemudian memeluk agama Islam sebagai syarat jika dia ingin menikahi nenek dari Sunan Gunung Jati.

Dikeraton ini, seperti juga di kebanyakan Keraton, ada beberapa cerita yang bernuansa mistis;
1. ada foto seorang anak kecil disamping kiri halaman istana yang pada saat di cuci memperlihatkan gambar buaya putih (lambang makhluk gaib) sedang terbang dibelakangnya.
2. ada cerita tentagn pengendara duplikatnya singa barong yang selalu meninggal setiap kali habis mengendarai kereta tersebut. Di kereta ini, pembersih kereta sering melihat seorang perempuan duduk di atas keretanya.