14 November 2017

Paris Again

Akhir pekan kali ini, bukan hal yang seperti biasa mendadak, sudah lama keinginan untuk kembali nongkrongin besi tua menara eifel tumbuh di dalam jiwa, lebih kuat dari pada keinginan makan iga bakar di Den Haag atau mencium bau ketek suamiku! hah!

Tujuan perjalanan kali ini tentu saja untuk menyembuhkan luka batin dari kegagalan besar di dalam hidup yang mengacaukan semua jalan dan perencanaan jangka panjang hidup ini. Bak anak muda usia belasan tahun, aku kembali pada pertanyaan tentang jati diri dan apa gunanya hidup -_- '' akh sudah lah.... I fight, I lost, and that's it!!! Let the drama and trauma blown by the wind far far away!!! wusssshhhhhhh

Kembali ke Paris

Tiket murah seperti biasa adalah dengan menggunakan bus eurolines; trauma pada bus yang sempit, mabok darat, dan ketakukan akan kedinginan yang terlalu di dalam bus, curiga pada supirnya yang mabuk, curiga supirnya nyasar karena melewati jalan yang sangat sempit, sampai bau rokok napas penumpang di belakang yang menyebalkan pada akhirnya perlahan terlewati dengan sukses.

Sukses tertidur pulas di dalam bus!! Tentunya setelah menempelkan minyak kayu putih di hidung! Dan pagi harinya kami sampai di Paris, disambut dengan hujan yang sangat konsisten!! Untung saja dua petualang tangguh ini sudah sedia payung dan jas hujan sebelum keluar rumah.

Dihadapan mesin tiket kami bersaudara


Berbekal judul tempat yang hendak kami kunjungi,


Betul kata orang, "di paris banyak copet, hati hati dengan barang bawaan anda"!

Tidur di dalam bus eurolines, dengan sedikit salah perhitungan terhadap makanan yang mahal mahal, perjalanan kali ini sejatinya mengobati luka hati ku yang cukup dalam terhadap satu kegagalan terbesar di dalam hidup, dan dia mengajarkan dua hal:

1. Makan nasi, biar gak makan orang
2. Piknik, makan angin, biar gak makan orang









Tidak ada komentar: