15 Agustus 2013

Sedon Noon Barek

Aku teringat sebuah kalimat dalam sebuah novel yang kubaca di kota karang beberapa waktu lalu,

"Dongeng menceritakan kebenaran dengan cara lain, Nak. Yang penting, kamu harus bisa menemukan cara baca yang lain itu" 

Aku suka sekali kalimat itu, meski tidak terlalu paham cara membaca yang lain itu, yang pasti... ini dongeng yang paling kusuka,,,,dan ini dongeng pertama yang kudengar langsung dari seorang pemilik kebijaksanaan,,,dongeng-dongeng lainnya, biasanya kudapatkan dari membaca buku dan tulisan-tulisan terpenggal dimana-mana (itulah kenapa sekarang mataku minus gak kira kira)

Ini lah dongeng pertama itu yang kudengar langsung dalam tiap nada kalimat yang selalu mengalir dalam darah sampai ke ujung jemari di sepanjang penulisan thesis romantis ku yang di tuduh sebagai komik oleh seorang teman ... in fact... dongeng ini ku letakkan di "ruang" khusus dalam lembaran thesis ku yang hampir jadi :D --- ku tempatkan diantara hati dan jantung, karena sebagian darinya memberiku rasa penasaran untuk meneruskan perjalanan membangun "rumah" tenun ---  
#karena dongeng ini diteruskan oleh seorang pemilik kebijaksanaan kepada pemilik jaman#
#dan ruang-ruang itu akan kita isi dengan lukisan-lukisan yang tidak akan hilang sampai kapanpun,,,karena kita meruang bersama seluruh semesta yang agung#
#dan lukisan-lukisan lama itu akan kita letakkan pada ruangnya --- diantara hati dan jantung setiap generasi yang menanggung darah kemerdekaan, kebudayaan dan kebahagiaan bagi semua rakyat di dunia"

Tidak ada komentar: