Tampilkan postingan dengan label Belanda-Negeri di Bawah Laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belanda-Negeri di Bawah Laut. Tampilkan semua postingan

17 Mei 2017

Melukis Musim Semi 2017 Dengan Cahaya

Musim semi kali ini hampir selalu saya habiskan dengan nongkrongin tulip hampir setiap senja sepulang dari kampus. Menikmati keunikan yang hanya terjadi sekitar tiga bulan dalam setahun. 

Menghafal jalanan menuju sumber - sumber tulip dengan bekal coba - coba jalur bus sambil mengamati sebuah website yang di berikan seorang teman http://www.bloemenradar.nl/

Ada empat lokasi tempat saya biasa menunggui senja, menikmati sepi dan meresapi belaian angin yang selalu sendu di bulan April.

1. De Nachtegal, adalah lokasi pertama yang saya ketahui berkat petunjuk supir bus


2. Engelenbuurt, sebenarnya tempat ini sudah pernah saya kunjungi sekitar dua tahun lalu, tetapi tanaman yang saya temukan sudah tidak lagi sama










3. Beekbrug, adalah lokasi yang saya temukan dengan modal rasa penasaran dan petunjuk dari teman, dan pada akhirnya, ini adalah tempat yang paling nyaman untuk menunggui senja, bersama se ladang tulip dan beberapa tiang listrik yang kadang mengganggu komposisi foto




4. Noordwicjk, lupa nama haltenya, tetapi lokasi ke-empat ini adalah lokasi yang saya temukan berkat bantuan website bloemenradar dan google maps




Tidak hanya tulip, di musim semi ini, sebuah kebun bernama The Japanese Garden berlokasi di sekitar Den Haag juga di buka;



03 Maret 2017

Sebelum Musim Dingin Ini Benar Benar Berlalu

Menikmati salju memang tak pernah mudah jendral!! Foto - foto berikut ini di ambil dalam keadaan waras, flu berat nyaris mimisan, tenggorokan nyeri dan panas tubuh yang tak menentu, serta harus di bagikan sekarang juga, sebelum musim dingin benar benar berlalu.

Setelah penantian dari bulan November, salju itu tidak juga datang ke Leiden, akhirnya bulan Februari, bersama seorang teman, saya memutuskan untuk mengepak makanan dan pakaian menuju Mount Titlis ,,, akhinya kaki mungil ini berhasil menginjakkan dirinya di salah satu bagian dari pegunungan Alpen, bukan cuma menginjakkan, tetapi juga menghentak hentak sambil cengengesan, lompat lompat alay dan tetap merasa sedikit lebih hangat dengan balutan kewatek 😉.

Serius, saya punya belasan stok pakaian dari kewatek untuk membaluti tubuh saya, setiap memakainya saya selalu berucap: dengan kain yang di buat oleh semua emak emak di Adonara ini, biarlah Lewotana ikut menjaga jalan yang sudah pasti tidak mudah ini, penuh dengan stress, kelabilan, kadang kadang badai (sampai 200 km per jam) dan sering di isi dengan kegilaan ini (curhat 😥).




Akhirnya, di ujung musim dingin, salju itu datang juga ke Leiden, setelah berkali kali di sumpahi untuk segera tiba!!! Dan bukan cuma buruh migran seperti saya, warga lokal juga berhamburan keluar rumah untuk menikmati salju yang konon tidak selalu sehebat ini di Leiden. Betul saja, salju yang hebat itu hanya datang di hari sabtu dan minggu, karena di hari senin, ia sudah hilang tak berbekas, bahkan orang orangan salju sudah berganti menjadi setupuk lumpur dengan sedikit sisa es yang tak berbentuk lagi. Seperti juga cintamu yang selalu meleleh di hadapan ketidakterorganisiran, ego dan ketidak warasanmu, ngalantur lagih.

Musim dingin kali ini benar-benar dingin, dinginnya menusuk sampai ke dalam jantung yang sepi, membeku kan otak dan darah serta membuat kaki basah menjadi kaku menjelma darah beku-literarly-. Satu satunya cara untuk membuat peredaran darah lancar adalah dengan tidak lupa meminum wedang jahe, makan makanan Endonesah yang kaya rempah rempah sambil menelfon emak,,,,supaya tetap bisa membayangkan masakan padang emak meski yang saya makan adalah masakan padang padangan 🤐


Moorspoot adalah satu dari dua pintu masuk kota Leiden yang masih tersisa sampai hari ini (konon kabarnya dulu ada sekitar 8 gerbang kota). Dibangun tahun 1669, gerbang kota yang kelihatan megah ini dulunya juga berfungsi sebagai penjara dan tempat menggantung kriminal, ajaib kan!!🤔
                             

Molen De Put
Setahun yang lalu di depan molen ini ada taman bermain anak - anak, tetapi sekarang tempat bermain itu ludes, tinggallah sedikit tanah lapang bersama sebuah lingkaran kecil bertuliskan nama nama kuburan di Indonesia.
Mungkin, itulah kenapa saya menyukai tempat ini, ada bau - bau Indonesianya, meski hanya dalam bentuk nama-kuburan pulak 😑






The Rembrant Park!!! begitu saya senang menyebutnya, berada di depan rumah masa kecil Rembrandt, taman kecil ini di isi lukisan, figura beton the rembrant dan patung the rembrant kecil yang pernah saya coba ajak bicara bahkan nyaris saya curhatin.

Fiuh,,,,jaman dulu, jaman di mana naluri antropologi benda masih benar benar belum bisa saya lepaskan -mungkin sampai sekarang- bukan cuma patung, angin dan hujan juga saya ajak bicara, hanya salju yang selalu sial karna selalu saya sumpahi untuk cepat datang dan cepat pergi begitu flu berat sudah menyerang.



Diantara perpustakaan dan Kitlv ,,, ini jalanan yang paling romantis, jalanan yang selalu menjadi tujuan utama saat dulu masih di Wageningen dan sampai sekarang, saya selalu suka menjadi setrikaan diantara bangunan - bangunan yang menyimpan banyak cerita, foto bahkan video nenek moyang ini. 
#finger-cross: semakin dekat pada mimpi mimpi terang



Hortus Botanicus di lihat jauh dari belakang ya seindah ini ketika ditutupi salju 😎,salah satu taman botanical tertua di Eropa barat ini di bangun tahun 1590, kabarnya di dalamnya ada 700an tanaman dari Jepang dan Cina, kabarnya. Karna entah kenapa, saya tidak pernah benar benar singgah dan menyusuri taman nya.

Molen De Valk
Tempat bermain segala musim yang di bangun tahun 1743 ini sudah mengalami penyempitan, kalau dulu, bersama seorang teman asal palembang yang jago masak, rajin beribadah dan rajin menabung, kami bisa piknik, tidur siang dan main petak umpet (dari kehidupan) di taman ini, sekarang taman kecil itu sudah tidak ada lagi kawan!!!. Kau mungkin akan menyebutnya sebagai detamanisasi 😒


Akhirnya, terimakasih musim dingin 2017 yang penuh dengan sensasi, selamat datang badai doris yang mengantarkan musim semi dengan sangat dramatis dan selamat datang kembali matahari (meski hangatmu selalu terasa palsu di negeri ini). Selamat berpuasa dan pantang untuk emak dan semua umat yang sedang menunggui Paskah. Tetaplah indah hidup mu di segala musim!!!

09 Juni 2015

Eksis Harmonis di Episode Yang Buruk!

Ini adalah salah satu episode yang buruk itu,,, lebih buruk dari pada nilai matematika ku dan lebih buruk dari suara ku saat bernyanyi,,,percayalah!

Selain "pembunuhan" karena setiap kali bermasalah dengan nya aku selalu diare, susah tidur dan ingin tenggelam di dasar gunung berapi lalu hilang dalam kelam yang lebih kelam dari kulitku, kata lain cinta mungkin "pembodohan"; membuat otak mendadak menuntut libur panjang dari berpikir jernih.

Bisa-bisa nya aku terjebak di arena nya tanpa agency, euh Alberto sayang,,,,, kau pasti akan loncat-loncat kalau tau apa yang sudah terjadi pada murid mu ini. Dan akan bilang,,, the most important thing is the agency!!!
Kalau jiwa murni Plato melihat ku, dia mungkin akan khusus bangkit dari kubur sekedar untuk kembali mengulang ceramahnya soal cinta,,,cinta yang menurut dia membuat orang dengan suka rela dan segenap jiwa berubah ke arah yang lebih baik.
Dan aku dapat berkata, well boss, tidak semua cinta merubah orang ke arah yang lebih baik, ada juga cinta yang yang merubah orang menjadi teroris atau teror dadar dan berakhir perang dunia yang sudah tidak bisa dihitung dengan sepuluh jari. Kau harus jadi makhluk luar angkasa dengan 20 lebih jari untuk menghitung jumlah peperangannya boss.

Dan diantara hati, jantung dan rambut yang sama berantakan dan sama merumitkan intelektualitasku ini, salah satu jalan untuk tetap memberi makan kebahagiaan adalah dengan Eksis Harmonis,,,tentu saja!

Negeri di bawah laut ini jadinya mesti melihat ku mondar mandir setiap akhir pekan di setiap sudut kotanya :)

I amsterdam, 
Akhirnya bisa juga berfoto di tulisan I amsterdam ini, setelah menunggu lama untuk mengantri mengambil foto di depan tulisan yang sebenarnya biasa saja ini,,,euh!
Batavia Stad
Yup, ini tempat shopping yang harga barang-barangnya mahal, anehnya, di dekat factory outlet yang berjejer itu bersandar sebuah kapal perang yang meriamnya masih aktif, tentu saja sebagai orang Indonesia rasanya seperti ada yang ngajak ribut saja.
Dan di negeri ini, orang Indonesia boleh lewat, tidur tiduran dan loncat-loncat di jalan atau di tengah jalan sekenanya,,,,
karena kalau ada yang tanya; woiiiii emang nenek moyang lo yang bikin ni jalan?
Kita bisa menjawab dengan tenang:yoiiii mamen!!!
Benteng De Burcht 
Kabarnya benteng ini di bangun tahun 1150 untuk melindungi warga leiden dari bahaya kebanjiran. 

Den Haag
Foto ini maknanya cuma satu: stress nyari tempat bermakna disekitaran Den Haag!

Keukenhof 
Nah, ini dia taman bunga yang katanya terbesar di Eropa,,, dibuka dari bulan Maret sampai Mei,  ini adalah kunjungan kedua ku. Setelah kunjungan pertama yang berkabut cuaca dan hati ku. Kalau ada yang berniat kesini, sebaiknya jangan weekend, ramenya,,,taman bunga berubah jadi taman manusia segala bangsa!
Molen De Put, Depannya kebun bunga Hortus Botanicus, Sebelah KITLV lama, Depan Rumah Rembrandt, depan rumah Cristiaan Snouck Hurgronje
Inilah tempat-tempat yang bisa di kunjungi di leiden!

Di Leiden Sajah

Lisse
Akhirnya cita-cita mengunjungi kebun bunga Lisse kesampaian juga :D

03 Desember 2014

Musim gugur November 2014

Saat suhu di otak melebih 40 derajat celcius dan suhu di luar otak masih sekitar 10 derajat celcius,,,,tak ada cara lain,,,,I pack my camera and give some shots


25 Oktober 2014

Dua Minggu Pertama Phd - Leiden University Medical Center - Kamar, Akses yang menakjubkan dan Kantor Polisi yang Menakutkan

Aku hanya harus menuliskan ini,,,kalau kalau suatu hari nanti ada sanak saudari yang juga menempuh cobaan hidup yang sama.

Hari ini, lewat satu hari dari dua minggu pertama ku menghabiskan waktu di Leiden---Kota yang dulu selalu indah untuk di kunjungi dan membuatku rela menghabiskan 500 ribu hanya untuk mengunjungi nya -- belum ditambah nafsu belanja buku ku yang sekali belanja bisa sampai tiga juta (aku benar-benar tidak bisa berhemat untuk hal ini) dan itu belum termasuk nafsu makan soto Surakarta seharga 200 ribu ku di dekat perpustakaan universitas Leiden.



Phd berarti mandiri dan merdeka; mandi sendiri, masak sendiri, atur waktu sendiri dan menentukan sendiri segala hal tentang penelitian mu, termasuk menentukan jadwal menikah mu sendiri ,,, makkkkk!!!

Yah, sudah dua minggu lebih satu hari,,,,hari-hari kabur itu menjadi jelas,,jelas kaburnya - ngek ngek ngok,, I have no idea what a Phd student is,,,tapi sekarang semua menjadi jelas,,,Phd is a permanent head damage .... untung saja aku sudah beberapa kali menjadi ketua organisasi dan sudah pernah menangani beberapa program dan penelitian dengan atau tanpa bantuan tim. Jadi tidak terlalu grogi kalau tiba-tiba sang professor meminta; tentukan jadwal rapatmu dan putuskan sendiri teori yang ingin kau pakai --tentu saja dengan bahasa yang halus - dan ini biasa saja untuk sang professor, tapi untuk ku,,,ini kemerdekaan lahir batin yang menggalaukan!!!

Atau jangan kaget kalau sang professor mendeteksi kelajanganmu dan bertanya kapan kamu berencana nikah? hedeuh,,, #boleh tanya soal Ethnografi saja gak prof? karena saya dapat 9 untuk materi itu (diluar persoalan kuantitative reserach yang menghadekan :p )

Dua minggu pertama yang dahsyat ini; aku sibuk mempersiapkan resident permit, housing dan bahkan sampai harus ke kantor polisi untuk melaporkan kehilangan resident permit (yang terakhir belum kulakukan---agak grogi e ), mencari toko makanan paling murah karena jelas dengan pembayaran housing perdana yang mencapai 17 juta, I definitely need to be pekit!!! Dan makan roti berjamur bukan persoalan besar saudara saudari!!!





Hal lain, yang agak serius: deathline dua minggu ini adalah menyusun jadwal kegiatan selama 9 bulan pertama---kata sang professor,,, "urus kelahiran bayi pertamamu"!!!!,,,yup dalam sembilan bulan sang bayi; desain penelitian dan artikel pertama harus sudah jadi!! #tepok jidat, meja dan pantat panci!!!

Phd berarti mendapat kartu ajaib milik doraemon dan kartu hemat paman gobber, hahahahah!!!

Demi jiwa murni Plato,,,,betapa bahagianya aku menerima sebuah kartu ajaib ini, yang membukakan akses tanpa batas terhadap semua artikel dan buku yang kubutuhkan,,, kartu doraemon ini benar-benar ajaib dan membuat David Harvey bagai dewa kebenaran, karena dengan sebuah kartu ini; ruang dan waktu  terlipat dalam sebuah website berjudul http://www.bibliotheek.leidenuniv.nl/


Dan kartu paman Gobber ini membantuku untuk minum kopi dan fotokopi haratis, hahahah!!! 
Dan ini berarti, sebuah rekomendasi penting yang harus dicatat: bawa makanan, minuman dan pakaian sebanyak mungkin dari negeri sendiri, karena itu berarti penghematan dan memberi waktu pada lidah kiwane untuk menyesuaikan dengan makanan dan cuaca  londo. Jangan lupa bawa sepatu yang nyaman supaya siap kalau-kalau kampus mu berjarak 40 menit dari kamar mu dan ongkos bus terlalu mahal untuk dibayar :(

Merdeka!!